Beri Dukungan
first published at:
updated at:
    Flora
    Jawa Tengah

Identitas Penamaan

Jagung secara ilmiah dalam bahasa Latin disebut juga sebagai Zea mays. Secara internasional dikenal sebagai corn, Indian corn atau maize.

Taksonomi

Kingdom

Plantae

Phylum

Tracheophyta

Class

Magnoliopsida

Order

Poales

Family

Poaceae

Genus

Zea

Species

Zea mays

Sejarah Penyebutan Nama 

Nama yang lebih teknis untuk maize (jagung), sebuah batang hijau besar diserap ke dalam bahasa Inggris dari bahasa Spanyol untuk maiz, sebuah kata dari versi yang hampir tidak diubah yaitu dari kata Taino (bahasa asli Hispaniola, pulau Haiti, dan Republik Dominika) untuk menyebut tanaman yang kemudian dikenal sebagai mahiz.

Dahulu, penutur bahasa Inggris biasanya dapat menggunakan kata "corn" untuk merujuk pada biji-bijian apa pun yang mereka sukai, meskipun biasanya kata tersebut berarti tanaman yang paling dominan di suatu wilayah tertentu. Misalnya, di Inggris, gandum disebut "corn", sedangkan oat disebut "corn" di Skotlandia dan Irlandia, dan bahkan beras adalah "satu-satunya corn (jagung) yang tumbuh di pulau” Batavia (alias pulau Jawa di Indonesia), seperti yang dijelaskan pada tahun 1767 dalam sebuah laporan buku perjalanan (Dean, 2023). 

Apa yang disebut sebagai "corn" atau jagung saat ini dimulai dengan "Indian corn" atau jagung Indian, namun penggunaan kualifikasinya dihilangkan pada awal tahun 1800-an. 

Asal dan Sejarah Penyebarannya dari Wilayah Amerika

Para ilmuwan meyakini bahwa masyarakat yang tinggal di Meksiko telah mengembangkan jagung sebagai tanaman budidaya pada setidaknya 7000 tahun yang lalu (North Dakota State University, 2023). Awal mulanya yaitu dari tumbuhan rumput liar yang disebut teosinte atau Balsas teosinte (Zea mays parviglumis) (The Editors of Encyclopaedia Britannica, “Corn | History, Cultivation, Uses, and Description”, 2023). Teosinte terlihat sangat berbeda dari jagung pada saat ini. Bijinya kecil dan tidak ditempatkan berdekatan seperti biji jagung modern yang sudah dikupas.

Jagung merupakan bagian penting dari kebudayaan masyarakat Amerika pada masa dahulu hingga suku Aztec memiliki dewa yang dipersembahkan untuknya (Dean, 2023).

Dari Meksiko, kemudian jagung menyebar ke wilayah utara Amerika hingga Amerika Serikat Bagian Barat Daya dan ke selatan menyusuri pesisir hingga Peru. Sekitar 1000 tahun yang lalu, ketika orang-orang Indian bermigrasi ke utara menuju hutan bagian timur Amerika Utara, mereka membawa serta jagung (North Dakota State University, 2023).

Ketika orang-orang Eropa seperti Columbus melakukan kontak dengan orang-orang yang tinggal di Amerika Utara dan Selatan, jagung merupakan makanan utama dari sebagian besar penduduk asli. Penduduk asli Amerika juga mengajari penjajah Eropa untuk menanam biji - bijian asli (The Editors of Encyclopaedia Britannica, “Corn | History, Cultivation, Uses, and Description”, 2023). 

Sejak diperkenalkan ke Eropa oleh Christopher Columbus dan penjelajah serta penjajah lainnya pada sekitar abad ke-16 masehi, jagung telah menyebar ke seluruh wilayah di dunia yang cocok untuk budidayanya. Tanaman ini ditanam dari garis lintang 58° LU di Kanada dan Rusia hingga garis lintang 40° S di Amerika Selatan, dengan tanaman jagung yang dapat dipanen di suatu tempat di dunia hampir setiap bulan sepanjang tahunnya (The Editors of Encyclopaedia Britannica, “Corn | History, Cultivation, Uses, and Description”, 2023). Jagung adalah tanaman terpenting di Amerika Serikat dan merupakan makanan pokok di banyak tempat.

jagung - corn - 2.jpg

Penyebaran dan Komersialisasi Jagung di Wilayah Asia Tenggara termasuk Indonesia

Sebuah laporan yang ditulis oleh Biothai, GRAIN, MASIPAG dan PAN Indonesia yang diterbitkan pada 25 Agustus 1999 menyebutkan bahwa jagung mencapai Asia Tenggara pada pertengahan tahun 1500-an dan menjadi tanaman yang banyak ditanam di Indonesia, Filipina, dan Thailand pada tahun 1600-an. Menurut beberapa catatan, jagung mencapai Filipina dari barat sebelum Magellan mencapai pulau-pulau tersebut dari timur pada tahun 1521. Semenjak itu, jagung telah menjadi sereal yang paling banyak ditanam setelah beras dan telah berkembang menjadi salah satu biji-bijian yang penting secara ekonomi di Asia.

Para petani lokal berkat kerja kerasnya selama berabad - abad telah berhasil mengadaptasi tanaman jagung dengan kondisi lokasi. Menjadikan jagung sebagai tanaman penunjang hidup di banyak wilayah Asia hingga dianggap sebagai tanaman pokok selain beras.

Di sebagian besar negara Asia, jagung ditanam banyak ditanam untuk konsumsi manusia, namun setelah tahun 1990an pertumbuhan yang kuat dalam produksi ternak komersial telah meningkatkan permintaan biji-bijian untuk pakan ternak. Di Filipina dan Thailand, sebagian besar produksi jagung kini digunakan untuk produksi pakan. Sebuah perubahan yang dipicu oleh peningkatan konsumsi daging dan produk susu yang ditandai dengan “westernisasi” pola makan orang Asia.

Peter A Coclanis dalam tulisannya yang diterbitkan pada tanggal 10 Januari 2023 menyebutkan bahwa pada tahun 2019, sekitar sepertiga jagung dunia ditanam di Asia. Sebuah angka kenaikan dari kurang dari 17 persen pada 40 tahun sebelumnya. Selama satu dekade terakhir, jagung telah menjadi biji-bijian sereal utama di Cina, dengan produksi yang melebihi beras dan gandum hingga menjadikannya sebagai bahan pokok utama yang kemudian umumnya diasosiasikan dengan Cina. Cina kemudian hadir sebagai produsen jagung terbesar kedua di dunia setelah Amerika Serikat. 

Peringkat negara - negara produsen jagung terbesar di dunia kemudian diikuti oleh Indonesia sebagai produsen terbesar ke-6, India pada posisi ke-7, Filipina pada posisi ke-17, Pakistan ke-20 dan Vietnam pada posisi ke-25 serta Thailand pada posisi ke-26.

Deskripsi Bentuk dan Pertumbuhan

Tanaman jagung merupakan tanaman rumput tahunan yang tinggi dengan batang yang kokoh dan tegak. Daunnya yang besar dengan lebar sempit memiliki tepi bergelombang yang tersusun bergantian pada sisi batang yang berlawanan. Bunga jantannya bertumpu pada rumbai yang mengakhiri sumbu utama batang. Perbungaan putik betinanya yang setelah matang menjadi bulir yang dapat dimakan, berbentuk paku dengan sumbu yang menebal, mempunyai bulir berpasangan dalam barisan yang memanjang. Setiap tongkolnya ditutupi oleh daun termodifikasi yang disebut kulit atau sekam.

Jagung memiliki varietas yang dapat dilihat perbedaannya berdasarkan warna pada bijinya. Varietas - varietas warna pada biji jagung diantaranya yaitu biji berwarna merah, biru, merah muda, dan hitam, sering kali berpita, berbintik, atau bergaris, serta kuning dan putih. Sedangkan varietas jagung kuning dan putih adalah yang paling populer sebagai makanan (The Editors of Encyclopaedia Britannica, “Corn | History, Cultivation, Uses, and Description”, 2023).

jagung - corn - 3.jpg

Kandungan dan Manfaat Lain dari Jagung bagi Kesehatan

Ahli diet terdaftar  Elyse Homan, RD, LD menyebutkan bahwa jagung memiliki banyak serat yang tidak mudah larut, menjadikannya makanan dengan indeks glikemik rendah. Artinya, jagung dicerna secara perlahan, sehingga tidak menyebabkan lonjakan gula darah yang tiba-tiba dan tidak sehat.

Tidak hanya sampai disitu, jagung juga dikatakan mengandung beberapa nutrisi yang baik bagi kesehatan. Dalam setengah gelas jagung terkandung sebanyak 98 kalori, 23,5 gram karbohidrat, 0 gram kolesterol, 0,78 gram lemak, 2 gram serat, 3 gram protein, 5 miligram sodium dan 3,78 gram gula.

Elyse Homan, RD, LD juga mengatakan bahwa jagung dapat dimakan dalam bentuk apapun seperti jagung kalengan, jagung segar baik jagung beku. Namun penambahan gula dan garam yang berlebihan tidak dianjurkan seperti pada produk sirup jagung manis, pemanis buatan yang terdapat pada sereal, kue dan roti karena dapat mengakibatkan obesitas dan penyakit diabetes. 

Adapun beberapa manfaat yang dapat diperoleh dari mengkonsumsi jagung yaitu sebagai makanan yang dapat membantu proses pencernaan dan sembelit karena mengandung banyak serat yang tidak larut yang dapat berfungsi sebagai prebiotik, membantu menjaga kesehatan mata melalui antioksidan senyawa lutein dan zeaxanthin serta menjaga dan menurunkan kadar kolestrol melalui minyak jagung yang mengandung phytosterols.


Bagikan catatan ini

Ikuti Studiofru | Green Project melalui media sosial untuk mendapatkan informasi singkat mengenai flora dan fauna

Catatan Terbaru