Beri Dukungan
first published at:
updated at:
    Flora
    Jawa Barat
"Jika dikonsumsi tanaman ini dapat menyebabkan mulut terasa terbakar dan getahnya dapat menimbulkan iritasi pada kulit."

Identitas Penamaan

Sirih gading secara ilmiah dalam bahasa Latin dinamakan sebagai Epipremnum pinnatum cv. ‘Aureum’ atau Epipremnum aureum. Namun, ada banyak karakter yang membedakan spesies E. pinnatum dan 'Aureum', sehingga karakter 'Aureum' mungkin lebih valid pada tanaman ini. Secara internasional dikenal dengan nama golden pothos, money plant atau devil’s ivy

Sebelumnya spesies ini diklasifikasikan dalam banyak nama yang diantaranya yaitu Pothos aureus, Rahphidophora aurea, R. pinnata, dan Scindapsus aureus. Genus Epipremnum sendiri terdiri atas kurang lebih 15 spesies yang termasuk ke dalam keluarga arum (Araceae) yang tersebar dari Asia Tenggara hingga Pasifik barat (Pothos, Epipremmum Aureum, 2023). 

Nama genusnya ‘Epipremnum’ berasal dari bahasa Yunani ‘epi’ yang berarti di atas dan ‘premnon’ yang berarti batang, mengacu pada kebiasan pertumbuhannya di batang pohon (Epipremnum Aureum - Plant Finder, 2023). Sedangkan nama spesiesnya ‘aureum’ berarti kuning keemasan, mengacu pada warna dedaunannya (NParks | Epipremnum Aureum, 2022). 

Taksonomi

Kingdom

Plantae

Phylum

Tracheophyta

Class

Magnoliopsida

Order

Alismatales

Family

Araceae

Genus

Epipremnum

Species

Epipremnum aureum

Asal

Spesies E. pinnatum dikatakan ditemukan di wilayah mulai dari Asia Tenggara hingga Papua Nugini dan di Queensland utara, Australia. Sedangkan ‘Aureum’ diduga berasal dari Kepulauan Solomon (Pothos, Epipremmum Aureum, 2023). 

Deskripsi Bentuk 

Sesuai dengan namanya tanaman ini memiliki ciri - ciri utama berupa pertumbuhan yang merambat ke atas melalui batang - batangnya dengan ketinggian yang dapat mencapai hingga 12 meter. 

Daun - daunnya yang berwarna hijau dengan corak marmer berwarna kuning keemasan memiliki bentuk yang menyerupai hati dengan permukaan yang licin. Panjangnya berukuran 10 cm ketika masih muda dengan warna kuning hingga putih. Ketika dewasa ukuran daunnya dapat mencapai hingga 70 cm dengan lobus yang dalam.

 Sirih gading tidak berbunga dalam budidaya terutama karena hanya fase remaja yang ditanam sebagai tanaman hias sementara pembungaan hanya terjadi pada fase dewasa. Di alam liar, tanaman ini dapat menghasilkan sejumlah tangkai bunga tegak yang masing - masingnya memiliki kelopak berwarna kream dengan tanda ungu di sekeliling tangkainya (Pothos, Epipremmum Aureum, 2023). 

Manfaat Sirih Gading  dan Sifat Racunnya

Umumnya tanaman sirih gading ditanam sebagai tanaman hias di tanam yang ditanam di tanah kemudian merambati tembok secara vertikal atau di pot - pot yang digantung. Tidak hanya memiliki nilai estetik sebagai tanaman hias, sirih gading ternyata juga memiliki manfaat terhadap lingkungan kehidupan manusia.

Sebuah penelitian yang dilakukan oleh Polutan et al. (2019) telah berhasil menemukan bahwa tanaman sirih gading atau E. aureum memiliki manfaat sebagai tanaman anti polutan. Tanaman ini dinyatakan cukup efektik dalam mengurangi pencemaran udara di dalam ruangan khususnya terhadap gas CO yang dihasilkan dari asap rokok.  

Tidak hanya mampu mengurangi pencemaran akibat asap rokok, tanaman sirih gading juga ternyata mampu menyerap kadar logam berat timbal Pb yang dihasilkan dari emisi gas kendaraan bermotor. Kemampuannya sebagai penyerap Pb di udara dipengaruhi oleh lamanya waktu pemaparan (Edhi Sarwono et al., 2022). 

Meskipun begitu, tanaman sirih gading tidak dianjurkan untuk dikonsumsi karena tanaman ini mengandung racun senyawa kalsium oksalat. Jika dikonsumsi tanaman ini dapat menyebabkan mulut terasa terbakar dan getahnya dapat menimbulkan iritasi pada kulit (Pothos, Epipremmum Aureum, 2023). 


Bagikan catatan ini

Ikuti Studiofru | Green Project melalui media sosial untuk mendapatkan informasi singkat mengenai flora dan fauna

Catatan Terbaru