Beri Dukungan
first published at:
updated at:
    Flora
    Setu Patok

Identitas Penamaan

Tumbuhan jukut lulut atau yang juga dikenal dengan nama tebawang amjak di daerah Sulawesi secara ilmiah dalam Bahasa Latin dinamakan sebagai Indigofera hirsuta. Nama lain dari Indigofera hirsuta dalam bahasa Latin adalah yiatu Anila hirsuta (L.) Kuntze. Secara internasional tumbuhan ini dikenal dengan nama hairy indigo (indigo/nila berbulu). 

Dalam bahasa Cina tumbuhan ini dikenal dengan nama ying mao mu lan, indigotier herisse dalam bahasa Perancis dan anil de pasto dalam bahasa Spanyol. Di India tumbuhan ini dikenal sebagai chota sirphonka, tanuki-komatsunagi di Jepang dan cermai burong di Malaysia. 

Taksonomi

Kingdom

Plantae

Phylum

Tracheophyta

Class

Magnoliopsida

Order

Fabales

Family

Fabaceae

Genus

Indigo

Species

Indigo hirsuta

nila berbulu - jukut lukut - Indigofera hirsuta - 2.jpg

Asal dan Sejarah Penyebaran

Tumbuhan jukut lulut atau Indigo hirsuta merupakan tumbuhan yang secara natural tumbuh di negara - negara benua Afrika dimulai dari Senegal, Sudan, Congo, Zambia, Mozambique, Angola dan Madagaskar. Tumbuhan ini kemudian menyebar ke wilayah Asia temasuk Asia Tenggara, Asia Selatan dan Asia Timur serta wilayah Australia yang meliputi Australia bagian utara dan Queensland (Marianne Jennifer Datiles & Acevedo‐Rodríguez, 2022). Kini tumbuhan I. hirsuta telah terdistribusikan dan dinaturalisasi di beberapa wilayah tropis Amerika seperti Argentina dan bagian selatan Georgia di Amerika Serikat. 

Walaupun begitu hingga kini masih terjadi sejumlah perdebatan terkait dari mana tumbuhan ini sebenarnya berasal. Selain banyak sumber yang menyatakan bahwa tumbuhan ini merupakan tumbuhan asli yang berasal dari Asia dan Afrika ada juga sumber - sumber lain yang menyatakan bahwa I. hirsuta merupakan tumbuhan asli di negara - negara selain Asia dan Afrika misalnya seperti di Ekuador dan Brazil. 

Tumbuhan ini banyak diperkenalkan secara luas sebagai tanaman penutup tanah dan tanaman hijauan, namun kini telah dinyatakan sebagai gulma terutama bagi lahan pertanian. Tanaman ini dibudidayakan sebagai pupuk hijau di Bogor, Jawa Barat, Indonesia pada abad ke-19 dan juga diperkenalkan untuk budidaya di Malaysia pada tahun 1913  (Marianne Jennifer Datiles & Acevedo‐Rodríguez, 2022).

Pertumbuhan dan Deskripsi Bentuk

Tumbuhan jukut lukut atau Indigofera hirsuta merupakan tumbuhan herba tegak tahunan yang dapat tumbuh dengan ketinggian yang mencapai hingga 1,5 meter. Namun, pada umumnya tumbuhan ini tumbuh menyebar membentuk tanaman penutup tanah yang tumbuh rendah (Hairy Indigo, Indigofera Hirsuta Fabales: Fabaceae - EDDMapS, 2018). 

Batangnya berwarna kemerahan dengan bentuk bulat yang bergerigi dan ditutupi bulu berwarna kemerahan. Adapun daunnya tumbuh berselang seling dengan panjang yang dapat mencapai hinga 2,5 sampai 10 cm dan terbagi menjadi 5 - 7 helai daun yang berseberangan. Sedangkan panjang helai daunnya dapat mencapai hingga 1,5 sampai 4 cm dengan bentuk elips yang lonjong dan permukaan yang halus. 

Bunganya berbentuk seperti kacang polong dengan warna merah bata atau warna merah seperti mawar. Buahnya yang ditutupi bulu - bulu kecil berbentuk lurus dengan panjang polongnya yang dapat mencapai 2 cm. 

Tumbuhan ini dapat tumbuhan di atas lahan kosong, tanah tanpa pupuk atau pada kondisi tanah yang kering dan lembab. Di Indonesia ia dapat dijumpai sebagai gulma pertanian.

nila berbulu - jukut lukut - Indigofera hirsuta - 3.jpg

Manfaat Indigo hirsuta bagi Kesehatan dan Kegunaan Lainnya 

Sesuai dengan sejarah penyebarannya, tumbuhan Indigo hirsuta dapat dimanfaatkan sebagai tanaman penutup tanah dan tanaman hijauan atau sebagai pupuk hijau terutama bagi perkebunan the, kopi dan karet. Sama dengan spesies I. tinctoria, I. hirsuta juga banyak digunakan sebagai bahan pewarna.   

Dalam pengobatan tradisional di Filipina daun dari tumbuhan ini digunakan untuk mengatasi masalah perut seperti diare dan sakit perut sedangkan di Ghana daunnya digunakan sebagai lotion untuk penyakit frambusia (infeksi bakteri jangka panjang atau kronis yang sering menyerang bagian kulit, tulang dan sendi) (Marianne Jennifer Datiles & Acevedo‐Rodríguez, 2022). Selain itu tumbuhan I. hirsuta juga dapat digunakan sebagai pakan hewan dan racun (Indigofera Hirsuta L. | Plants of the World Online | Kew Science, 2018). 

Di Indonesia spesies - spesies dari genus Indigofera banyak digunakan sebagai bahan pakan ternak kambing dan sebagai perwarna tekstil terutama kain batik. Tidak hanya sampai disitu, Indigofera juga dimanfaatkan sebagai obat karena mengandung senyawa kimia yang berfungsi sebagai antipiretik, pencahar, diuretik, dan berguna pada serangan ular, lebah dan serangga menggigit (Suharlina, 2014). Meskipun begitu penggunaannya sebagai tanaman obat belum banyak diteliti di Indonesia sehingga keberhasilan penerapan dan efek sampingnya masih perlu dipertimbangkan. 


Bagikan catatan ini

Ikuti Studiofru | Green Project melalui media sosial untuk mendapatkan informasi singkat mengenai flora dan fauna

Catatan Terbaru