Beri Dukungan
first published at:
updated at:
    Flora
    Setu Patok

 Identitas Penamaan

Orok - orok dikenal juga dalam bahasa Inggris sebagai Rattlepods, Rattlebox, Rattleweed atau Cat-s Bell. Memiliki nama Latin  Crotalaria juncea. Nama ini berasal dari bahasa Yunani Kuno κρόταλον, yang berarti "castanet". Tumbuhan ini adalah tanaman tahunan yang membuat biji dalam polong yang mengeluarkan suara berderak saat biji polongnya digoyangkan, oleh karena itu dikenal pula sebagai Rattlepods (polong berderak).

Asal

Tumbuhan ini merupakan tumbuhan yang berasal dari wilayah tropis Asia seperti Subbenua India, Cina selatan, dan Asia Tenggara.

Orok - orok adalah anggota keluarga kacang-kacangan; oleh karena itu, ia dapat memperbaiki nitrogen di dalam tanah seperti halnya legum lainnya. Untuk tujuan inilah orok - orok (showy rattlebox) diperkenalkan ke Amerika Serikat pada awal tahun 1900-an, sebagai tanaman penutup pengikat nitrogen (Larum).

orok-orok-2.jpg

Pertumbuhan dan Deskripsi Bentuk

Bunganya memiliki panjang sekitar 1/3 inci, berwarna kuning, dengan kelopak tegak yang lebar dan hampir bulat di bagian atas (standar) yang hampir tidak berlekuk di ujungnya, dan 2 kelopak lateral yang lebih pendek memanjang di atas lunas hijau. Kelopak yang menahan bunga bertangkai pendek, bercabang 5, bercabang dengan panjang sepanjang klopka atau lebih panjang dari kelopak, dan ditutupi rambut putih panjang. Hanya beberapa bunga yang dapat dibuka pada suatu waktu (“Crotalaria Sagittalis (Rattlebox): Minnesota Wildflowers”).

Panjang daunnya dapat mencapai 1 sampai 3 inci, dengan lebar sampai 2/3 inci dengan bentuk yang tidak bertangkai atau bertangkai pendek. Batangnya tegak dan bercabang, berbulu lebat, berwarna hijau hingga keunguan.

Orok-orok mudah tumbuh di berbagai kondisi iklim. Secara morfologi, tanaman orok-orok dapat tumbuh hingga mencapai ketinggian 3 dengan pertumbuhan yang cepat. Tumbuhan ini cenderung lebih menyukai lapangan terbuka, tanah terlantar, area yang terganggu seperti padang rumput dan ladang budidaya serta pinggir jalan dengan tanah berpasir dan paparan sinar matahari penuh.

Khasiat dan Kegunaan

Tanaman orok-orok seringkali dibuang oleh para petani karena dianggap sebagai tanaman pengganggu atau gulma. Padahal pada tanaman orok-orok mempunyai bintil-bintil yang di dalamnya terdapat bakteri endofilik yang mampu mengikat nitrogen (N2) di udara. Nitrogen tersebut mampu menyuburkan tanah sehingga dapat mengurangi penggunaan pupuk buatan (“Orok-Orok Pengganti Pupuk Buatan”).

Orok-orok merupakan salah satu jenis tanaman yang banyak dimanfaatkan sebagai pupuk hijau. Orok-orok termasuk tanaman dalam keluarga polong-polongan (Leguminoceae). Terdapat banyak jenis tanaman yang disebut orok-orok, diantaranya: Crotalaria juncea, C.lanceolata, C.ochraleuca, dan C.retusa. Tanaman orok-orok seluas 1 ha mampu menghasilkan biomassa 15-25 ton yang mampu menambah nitrogen 113 N, atau setara 250 kg urea keluaran pabrik (“Pupuk Hijau Orok- Orok”).

Dalam pemanfaatannya, orok-orok dapat ditanam di lahan untuk tanaman utama atau juga lahan selain untuk tanaman utama. Ditanam 1 hingga 2 bulan sebelum tanaman utama ditanam. Pemanfaatan orok-orok sebagai pupuk dapat dilakukan dengan beberapa alternatif, yaitu:

1. langsung direbahkan dan dibenamkan dalam tanah, utamanya pada tanah sawah yang pengolahan tanah menggunakan traktor.

2. dicabut dan diletakkan pada alur-alur yang sudah disiapkan, kemudian ditimbun dengan tanah, utamanya pada tanah kering.

3. dicabut, dipotong kecil-kecil, ditebarkan di seluruh lahan dan diinjak-injak.

4. dicabut, dihamparkan disekeliling tanaman pokok hingga membusuk, utamanya dijadikan sebagai mulsa.

Perbanyakan orok-orok umumnya di ambil bijinya untuk di tanam. Biji orok-orok yang diambil harus dari biji yang telah tua. Biji dijemur, dipisahkan dari kotoran, serta dimasukkan ke dalam kantong plastik.


Bagikan catatan ini

Ikuti Studiofru | Green Project melalui media sosial untuk mendapatkan informasi singkat mengenai flora dan fauna

Catatan Terbaru