Beri Dukungan
first published at:
updated at:
    Flora
    Setu Patok
    Jawa Timur

Identitas Penamaan

Moringa oleifera atau yang lebih dikenal dengan nama Kelor di Indonesia seringkali disebut pula sebagai  drumstick tree, the miracle tree, the ben oil tree, atau the horseradish tree.

Asal

Tumbuhan ini berasal dari wilayah Asia selatan lebih tepatnya di daerah lereng bukit pegunungan Himalaya yang kemudian banyak ditanam pula di wilayah tropis. Tumbuhan ini merupakan tumbuhan penting di India, Ethiopia, Filipina dan Sudan, serta banyak ditanam di wilayah Barat, Timur dan Selatan Africa, Asia tropis, Amerika latin, Karibia, Florida dan kepulauan Pasifik. Sembilan spesies dari tumbuhan ini terdapat di Etiopia timur, Kenya utara, dan Somalia, delapan di antaranya dinyatakan endemik di Afrika (Food and Agriculture Organization of the United Nations, 2022).

kelor-2.jpg

Pertumbuhan dan Deskripsi Bentuk

Pohon kelor dapat mencapai ketinggian hingga sekitar 9 meter (30 kaki) dengan kulit batangnya berwarna keabu-abuan. Daunnya terdiri atas dua atau tiga sirip dan memiliki pucuk daun muda yang berbentuk oval dengan tonjolan yang mencolok (pulvini) di mana bagian-bagiannya bergabung. Tumbuhan ini memiliki kumpulan aroma bunga seperti kacang putih dengan lima benang sari (bagian jantan) yang berada di satu sisi. Buah bersudut seperti belati terkadang tumbuh dengan Panjang mencapai 45 cm (18 inci) (The Editors of Encyclopaedia Britannica & Petruzello, 2022).

Moringa atau Kelor merupakan tumbuhan yang dapat tumbuh dengan cepat dan mampu menoleransi kekeringan dengan baik. Tumbuhan ini menghasilkan daun selama musim kemarau dan selama musim kekeringan, serta merupakan sumber sayuran hijau yang sangat baik (Food and Agriculture Organization of the United Nations, 2022).

Di Indonesia sendiri Kelor mampu tumbuh dengan baik pada daerah yang memiliki tipe iklim A seperti Riau dan Sumatera Barat, hingga pada wilayah semi arid dengan tipe iklim E seperti NTT dan NTB. (Resia, 2022). Hal ini membuktikan bahwa peluang untuk membudidayakan kelor di Indonesia dalam rangka untuk mendapatkan varietas terbaik atau unggul masih sangat terbuka lebar.

Kegunaan dan Khasiat

Daun kelor kaya akan protein, vitamin A, B dan  vitamin C dengan jumlah tujuh kali lebih banyak dari buah jeruk, serta potassium dan zat besi yang jumlahnya lebih banyak dari tumbuhan lain. Tumbuhan ini pula memiliki sifat antibiotik, antitrypanosomal, hipotensi, antispasmodik, antiulcer, antiinflamasi, hipokolesterolemia, dan hipoglikemik. Sehingga sangat dianjurkan untuk ibu hamil dan menyusui serta anak kecil (Food and Agriculture Organization of the United Nations, 2022). Bumbu atau rempah dengan rasa Kelor dibuat dari akarnya yang dihancurkan. Minyak ben yang diekstraksi dari bijinya digunakan oleh para pembuat jam tangan dan kosmetik. Pembuat parfum menghargai nilainya karena daya simpan aromanya (The Editors of Encyclopaedia Britannica & Petruzello, 2022).

UMKM Dapur Aru asal Kabupaten Kampar telah berhasil membudidayakan Kelor hingga menghasilkan olahan dalam bentuk abon, cokelat, the celup dan tepung serta minyak dan sabun.


Bagikan catatan ini

Ikuti Studiofru | Green Project melalui media sosial untuk mendapatkan informasi singkat mengenai flora dan fauna

Catatan Terbaru