Beri Dukungan
first published at:
updated at:
    Sains

Dengan semakin nyatanya ancaman perubahan iklim masyarakat tampaknya juga semakin sadar akan isu - isu lingkungan. Isu - isu lingkungan tersebut diantaranya yaitu pemanasan global beserta dengan efeknya terhadap bumi dan alam lingkungannya, polusi - polusi yang mengintai pada lapisan dalam ruang alam seperti udara, tanah dan laut serta isu ketahanan pangan. 

Masyarakat semakin sadar akan perlunya untuk kembali bersahabat dengan alam. Berbagai pencegahan dan penanggulan telah dilakukan oleh individu - individu  maupun secara kolektif dalam masyarakat. Penggunaan pupuk organik juga merupakan salah satu cara yang paling mudah untuk dilakukan. 

Sebagai pupuk organik berbahan dasar limbah, material - material yang digunakan tidak hanya memiliki manfaat dari segi ekonomi karena biayanya yang relatif murah tapi juga sebagai upaya dalam rangka mengolah kembali limbah konsumsi rumah tangga dan lingkungan yang jumlahnya sangat banyak. Berikut dalam tulisan ini akan dijabarkan beberapa limbah dari lingkungan dan sampah rumah tangga yang dapat diolah untuk dijadikan pupuk organik dalam bentuk kompos maupun cair. 

pupuk organik gedebong pisang - 1.jpg

Gedebong atau Batang Pisang

Pisang merupakan buah yang banyak dikonsumsi oleh masyarakat Indonesia. Pohonnya juga sangat untuk mudah ditemui di hampir setiap pelosok. Pertumbuhannya relatif cepat, yaitu hanya memakan waktu sekitar 10 sampai 12 bulan dari awal penanaman hingga masa panen. Namun, pohon pisang hanya dapat berbuah sekali seumur hidup. Fakta tersebut menjadikan jumlah limbah pohon pisang menjadi teramat banyak sehingga dibutuhnya metode yang menanggulangi limbah pohonnya. 

Melalui berbagai penelitian ditemukan informasi bahwa pisang mengandung beberapa senyawa kimia yang baik untuk digunakan sebagai pupuk organik. Adapun beberapa senyawa tersebut yaitu nitrogen, fosfor, kalium dan kalsium. Sementara itu perbandingan rasio antara massa karbon dan massa nitrogen pada batang pisang ternyata cukup besar sehingga menjadikannya cepat untuk terurai sebagai pupuk organik kompos dalam lapisan tanah. 

Batang pisang dapat diolah ke dalam bentuk pupuk organik cair dan kompos dengan cara - cara yang berbeda namun tetap mudah untuk dilakukan di rumah. Cara untuk membuat pupuk organik dari batang pisang dapat dilihat pada tulisan berikut, Penggunaan Gedebong atau Batang Pisang sebagai Media Tanam.

pupuk organik pecahan telur - 1.jpg

Cangkang Telur

Cangkang kulit telur merupakan limbah rumah tangga yang jumlahnya sangat banyak di Indonesia terutama karena telur merupakan bahan konsumsi masyarakat dalam kehidupan sehari - hari. 

Dalam sebuah laporan jurnal ilmiah yang ditulis oleh Robert Devi Anugrah pada tahun 2021 disebutkan bahwa cangkang kulit telur mengandung kalsium sebanyak 2,2 gram dalam bentuk kalsium karbonat. Tidak hanya itu, rata-rata cangkang kulit telur juga mengandung sekitar 0,3% fosfor dan 0,3% magnesium serta sejumlah kecil natrium, potasium, seng, mangan, besi dan tembaga. Masyarakat dapat menggunakan limbah cangkang kulit telur secara mandiri di rumah tanpa harus mencarinya ke tempat lain. 

Kandungan kalsiumnya yang tinggi berpotensi untuk dimanfaatkan sebagai pupuk organik untuk tanaman. Hal tersebut memungkinkan karena cangkang kulit telur dapat berfungsi untuk mengaktifkan pembentukan bulu akar dan biji dan memperkuat batang.

Proses pembuatan pupuk organik dari bahan cangkang telur dapat dilihat pada tulisan berikut, Kandungan dan Cara Pembuatan Pupuk Cangkang Kulit Telur sebagai Alternatif Pupuk Organik.

tpi-indramayu-2.jpg

Kulit Kerang

Kerang merupakan komoditi perikanan yang sangat diminati oleh masyarakat Indonesia. Keberadaannya masih dapat dengan mudah ditemui oleh para nelayan di berbagai daerah. Untuk kerang produksi tidak hanya dijual secara utuh lengkap dengan cangkangnya, namun seringkali dijual tanpa cangkang.

Penyediaan komoditi kerang dalam bentuk bersih tanpa cangkang tentu saja memberikan kemudahan dan efisiensi dalam aktivitas memasak. Namun begitu masalah limbah kerang sisa proses pelepasan cangkang belum dapat benar - benar diatasi.

Setelah melalui berbagai penelitian ditemukan bahwa sebagai bahan pupuk organik cangkang kerang dengan segala kandungannya dapat membantu perkembangan mikroorganisme dan hewan yang berguna bagi tanaman, misalnya cacing tanah.


Bagikan catatan ini

Ikuti Studiofru | Green Project melalui media sosial untuk mendapatkan informasi singkat mengenai flora dan fauna

Catatan Terbaru