Beri Dukungan
first published at:
updated at:
    Sains

Apa itu Tanah?

Cehadmin melalui UK Centre for Ecology and Hydrology mendefinisikan tanah sebagai campuran mineral dan bahan organik yang mengandung udara, air, dan mikroorganisme. Tanah merupakan elemen lingkungan yang menyediakan nutrisi dan merupakan media di mana tanaman tumbuh, merupakan habitat hewan dan organisme seperti bakteri, jamur, serangga dan cacing yang turut berkontribusi dalam proses ekologis penting seperti siklus nutrisi dan dekomposisi, serta tempat penyimpanan air. Banyak proses terjadi di dalam tanah. Diantaranya seperti daur ulang nutrisi, pemurnian air, dan pertukaran gas dengan atmosfer. 

Tanah, seperti yang didefinisikan oleh Sposito (2023) adalah salah satu substrat utama kehidupan di bumi. Memiliki fungsi sebagai reservoir air dan nutrisi, bertindak sebagai media untuk penyaringan dan penguraian limbah berbahaya, dan berpartisipasi dalam siklus karbon dan elemen lainnya melalui ekosistem global. Tanah merupakan lapisan yang tersusun atas campuran mineral dan bahan organik, seperti bongkahan batu dan sisa-sisa organisme hidup yang menutupi permukaan bumi.

Dalam penjabaran secara singkat, tanah adalah campuran kompleks mineral dan bahan organik yang menutupi permukaan bumi dan memberikan landasan bagi pertumbuhan tanaman serta memainkan peran penting dalam mendukung dan mempertahanan kehidupan dan ekologi. Tanpa tanah planet bumi tidak akan mampu mempertahanankan keragaman ekosistem dan sistem pangan yang makhluk hidup andalkan. 

Apa Pentingnya Tanah bagi Ekologi?

Seperti apa yang dijabarkan di atas, tanah sebagai landasan permukaan bumi memiliki peranan yang teramat penting bagi kehidupan. Dimana melalui keberadaannya tanaman tumbuh, merupakan habitat hewan serta merupakan entitas yang mampu mempertahanankan sistem pangan yang hingga saat ini paling bisa diandalkan oleh manusia.  

petani membereskan lahan pada musim panas di danau setu patok - 4.jpg

fotopetani_1.jpg

Apa Pentingnya Tanah bagi Pertanian?

Sesuai dengan fungsi utamanya sebagai permukaan yang menyediakan dasar untuk pertumbuhan tanaman dan produksi pangan, tanah merupakan salah satu dari faktor utama yang perlu diperhatikan dalam industri pertanian.  

Adapun kesehatan tanah sangatlah penting untuk keberhasilan operasi pertanian, dengan faktor-faktor seperti keasaman tanah, kandungan nutrisi, dan ketersediaan air yang mana semuanya memainkan peran penting dalam pertumbuhan dan hasil tanaman. 

Para petani harus berhati - hati dalam mengelola tanah untuk memastikan bahwa tanah tetap dalam keadaan subur dan sehat. Metode dan praktek yang umumnya dilakukan oleh para petani dalam menjaga kesehatan tanah yaitu seperti rotasi tanaman, pengaplikasian tanaman penutup, dan penerapan bahan organik untuk menjaga kesehatan tanah dan mencegah terjadinya erosi.

Formasi dan Karakteristik Tanah

Tanah secara alami terbentuk dari pelapukan batuan, bahan organik, dan bahan lainnya dari waktu ke waktu. Campuran mineral, nutrisi, dan bahan organik yang dihasilkan kemudian menciptakan serangkaian karakteristik unik yang menentukan kesuburan dan kemampuannya mendukung pertumbuhan tanaman. 

Sifat - sifat tanah yang bervariasi hadir karena berbagai faktor yang diantaranya terdiri atas faktor geologis dan iklim. Faktor - faktor tersebut kemudian membantu proses pembentukan tanah yang terjadi melalui pengaruh biologi, iklim, geologi dan topografi sehingga menghasilkan jenis dan struktur yang berbeda - beda.

Tanah memiliki tekstur yang sangat bervariasi mulai dari kering, berpasir hingga liat dengan masing - masing variasi memiliki ciri - ciri lain yang diantaranya adalah kemampuan kapasistasnya dalam menahan air dan sifat drainase yang berbeda. 

Ilmu Tanah

Dikatakan bahwa sejak kebangkitan pertanian dan kehutanan pada milenium ke-8 SM, muncul juga kesadaran praktis tentang tanah dan pengelolaannya. Pada abad ke-18 dan ke-19, tepatnya pada masa Revolusi Industri timbul tekanan yang besar pada tanah untuk dapat menghasilkan bahan baku yang dibutuhkan untuk perdagangan. Sedangkan pada saat yang sama ilmu kuantitatif terus berkembang yang kemudian dapat menawarkan peluang baru untuk pengelolaan tanah yang lebih baik (Sposito, 2023). 

Ilmu tersebut merupakan disiplin ilmu terpisah yang menerapkan studi khusus tentang tanah dengan penyelidikan sistematis zat yang meningkatkan pertumbuhan tanaman. Penyelidikan awal yang meluas pada pemahaman tentang tanah sebagai sistem biogeokimia yang komples dan dinamis. Yang tidak hanya menelisik mengenai pentingnya tanah bagi siklus hidup vegetasi dan organisme yang hidup dalam tanah namun pula pada pemahaman mengenai ras manusia. 

Identifikasi lima proses dasar pembentukan tanah yang mempengaruhi sifat - sifat tanah sebagaimana yang dipelajari dalam pedologi yaitu penambahan, kehilangan, translokasi, transformasi dan waktu.

pembakaran lahan danau setu patok - 2.jpg

Ancaman yang Menghadapi Tanah

Banyak orang yang menyadari perihal pentingnya tanah bagi kehidupan dan industri pertanian namun tidak banyak yang menyadari bagaimana tanah pada akhirnya terancam. Terutama ketika ancaman dan kerusakan tanah terjadi tidak hanya karena proses alam namun terlebih karena praktik - praktik yang dilakukan oleh manusia.

Faktor - faktor yang menjadi ancaman bagi tanah diantaranya yaitu termasuk erosi, polusi dan perubahan iklim. Erosi tanah yang terjadi ketika tanah lapisan atas hilang karena angin atau air, dapat menimbulkan konsekuensi yang parah bagi kesehatan tanah dan produktivitas tanaman. 

Polusi dari pestisida dan pupuk kimia juga dapat merusak tanah, mengurangi kesuburannya dan merusak mikroorganisme yang mendukung pertumbuhan tanaman. Sedangkan perubahan iklim mempengaruhi tanah dengan meningkatnya suhu yang mengakitbatkan perubahan pola curah hujan hingga mengubah karakteristik tanah dan mempersulit petani untuk bercocok tanam.


Bagikan catatan ini

Ikuti Studiofru | Green Project melalui media sosial untuk mendapatkan informasi singkat mengenai flora dan fauna

Catatan Terbaru