Beri Dukungan
first published at:
updated at:
    Fauna
    Jawa Barat

Identitas Nama dan Ciri Utama

Ayam secara ilmiah dikenal dengan nama Gallus gallus. Merupakan spesies burung yang mungkin paling banyak dijadikan hewan ternak di dunia. Yang menjadikan ayam berbeda dengan spesies - spesies burung lainya yaitu ciri utama ayam yang memiliki jengger dan dua pial. Jengger menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah balung yang tumbuh di kepala ayam sedangkan pial adalah cuping merah yang lembut pada dagu atau telinga ayam. Jengger dan pial pada ayam lebih menonjol pada ayam berjenis kelamin laki - laki. 

Ayam memiliki penampilan jongkok dan bulat. Tingginya kurang dari 70 cm dan berat rata-ratanya sekitar 2,6 kg. Pada beberapa ayam jantan, ekornya bisa memanjang hingga lebih dari 30 cm.

Dalam bahasa Latin, gallus berarti sisir, dan ayam kampung adalah Gallus domesticus. The Red Jungle Fowl atau Unggas Hutan Merah merupakan nenek moyang dari sebagian besar ayam peliharaan yang kemudian dalam bahasa Latin diberi nama Gallus bankiva. Ada delapan jenis sisir yang diketahui, yaitu single, rose, pea, cushion, buttercup, strawberry, V-shaped, dan silkie. Sedangkan bagian kaki dan betisnya memiliki sisik.

Sejarah Singkat Tentang Klasifikasi Jenis dan Varietas Ayam

Ayam memiliki kurang lebih sebanyak 175 varietas yang dikelompokkan menjadi 12 kelas dan kurang lebih 60 jenis. Pengelompokan kelas pada spesies ayam dilakukan berdasarkan letak geografisnya. 

ayam - 1.jpg

Jenis dan varietas ayam peliharaan yang dikenal saat ini umumnya diyakini berasal dari Red Jungle Fowl atau Gallus bankiva di Asia Tenggara atau India yang masih ada di alam liar. Ayam peliharaan mungkin telah dipelihara di India sejak 3.200 sebelum masehi, dan sebuah catatan menunjukkan bahwa mereka dipelihara di Cina dan Mesir sejak 1.400 sebelum masehi. Menurut berbagai laporan disebutkan bahwa tujuan utama domestikasi unggas paling awal yaitu untuk sabung ayam dan bukan untuk makanan. Kegiatan sabung ayam telah dihentikan di Dunia Barat dan digantikan oleh pameran unggas sebelum abad ke-18 masehi. Pameran unggas dimulai di Amerika pada tahun 1849. Ketertarikan pada pertunjukan ini tumbuh dan banyak ras dan varietas terus dikembangkan, yang mengarah ke sejumlah besar varietas yang ada pada masa kini (What Is a Chicken? - Incubation and Embryology - University of Illinois  Extension).

Peternakan unggas modern bervolume tinggi, dengan deretan kandang yang ditumpuk di dalam ruangan untuk mengontrol panas, cahaya, dan kelembapan, mulai berkembang biak di Inggris Raya sekitar tahun 1920 dan di Amerika Serikat setelah Perang Dunia II (The Editors of Encyclopaedia Britannica, “Chicken | Types, Characteristics and Uses”).

Ayam dan Kemampuannya untuk Terbang

Ayam memiliki dua kaki dan dua sayap, 13 kantung udara serta tulang pneumatik yang memungkinkan tubuhnya menjadi lebih ringan dan mampu terbang seperti burung pada umumnya. Namun ayam peliharan telah kehilangan kemampuannya untuk terbar. Ayam dengan bobot tubuh yang berat yang diternakan untuk diambil produksi dagingnya tidak dapat terbang lebih dari sekedar mengepakan sayapnya, melompat ke tingkat yang sedikit lebih tinggi atau bergerak lebih cepat di tanah. Di lain sisi ayam dengan bobot tubuh lebih ringan dapat terbang dalam jarak pendek atau ke atas pagar yang lebih tinggi.


Bagikan catatan ini

Ikuti Studiofru | Green Project melalui media sosial untuk mendapatkan informasi singkat mengenai flora dan fauna

Catatan Terbaru